Selasa, 25 Juni 2013

Laporan Praktikum Pengenalan Bahan Pakan



Laporan Praktikum Pengenalan Bahan Pakan

I. PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut.Mengenalibahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan.
Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlahpenduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat.
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya.Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein,sumber energi,mineral,dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi tenak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak.
1.2    Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari pengenalan bahan pakan adalah mahasiswa dapat menjelaskan berbagai macama bahan pakan sumber energi, protein (hewani dan nabati), hijauan makanan ternak, vitamin, feedaditive, minerak, obat-obatan, dan bahan pemalsu pakan.
Sedangkan manfaatnya yaitu kita dapat lebih mengenal dan membedakan secara lebih spesifik antara berbagai macam bahan pakan ternak.




















II. TINJAUAN PUSTAKA
Lubis (2007), Hijauan makanan ternak bahan makanan yang berupa daun-daunan, kadang-kadang masih bercampur dengan batang, ranting, serta bunganya yang umumnya masih berasal dari tanaman sebangsa rumput (Graminea, Cyperaceae) atau daun kacang-kacangan (Leguminosae) atau jenis lainnya.
Urip Santoso (2003) menyatakan bahwa bentuk fisik bahan makanan dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu bahan makan butiran ( jagung, kacang-kacangan, sorgum ), bahan makan berbentuk tepung ( dedak halus, tepung ikan, tepung tulang ) dan bahan makan berbentuk cairan ( minyak ikan, minyak kelapa, molasses ).Dan pengelompokan iti dikelompokkan lagi kedalam bahan pakan sumber energi,protein,lemak,dan vitamin.Semua jenis bahan pakan untuk ternak tentulah sangat bermamafaat untuk ternak.
Sinurat (2000), Limbah pabrik kelapa sawit yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan alternatif ternak unggas dan punya potensi yang besar adalah bungkil inti sawit (BIS) dan lumpur minyak sawit (Solid Decanter Waste = SDW).
Dr. Stephen Long (2004), yang telah lama menjadi peneliti tanaman, mengatakan adanya kemungkinan bahwa rumput gajah bisa menjadi salah satu opsi yang membantu untuk menggantikan bahan bakar minyak pada tahun 2030.
Menurut NH. Mon.eith,E.H (2000) hoult Zea mays merupakan salah satu biji-bijian yang sangat pentingdan secara geografis paling banyak ditanam karena jagung adalah sumber protei pada ternak.
Menurut Sarmono (2007), menyatakan bahwa ada beberapa bentuk pakan ayam buras yaitu tepung halus, tepung kasar, pellet, atau bijian yang utuh. Pakan tepung halus digunakan untuk fase starter, tepung kasar untuk fase grower, selanjutnya pakan ayam buras dewasa berbentuk pellet, biji utuh, atau tepung kasar.
Budi Harjho,(2003) mengatakan “Bahan-bahan sumber mineral kalsium yang sering ditambahkan kedalam pakan ternak untuk menambah kandungan nutrisi mineral kalsium antara lain:
a.       Tepung tulang
Tepung tulang yang diperoses ini mengandung kalsium 24% .dibeberpa pabrik makanan ternak mempergunakan tepung tulang yang tercampur dengan sisa-sisa daging atau limbah rumah potong. Sesuai dengan namanya maka tepung tulang ini digunakan untuk tambahan dan juga sebagai pelengkap untuk melengkapi kandungan nutrisi mineral kalsium pada pakan ternak.
b.      Tepung kerang
Tepung karang atau CaCO3 merupakan sumber kalsium yang baik mengandung kalsium 38% atau 98% kalsium karbonat, bila menggunakan tepung karang sebagai bahan makanan ternak sifatnya hanya sebagai pelengkap dan tidak harus di tambahkan tujuanya adalah untuk menambah nilai mineral kalsium pada pakan ternak.
c.       Garam
Garam dapur atau NaCl ini merupakan bahan alami yang di gunakan untuk melengkapi mineral-mineral lainnaya yang dibutuhkan oleh ternak, bila menggunakan garam sebagai tambahan makanan ternak maka tidak boleh lebih dari 0,25%. Disamping itu masih banyak lagi sumber mineral kalsium yang kini sudah tidak digunakan lagi karena sudah ada buatan pabrik seperti kapur makan, rock phosphate, dicalsiumphosfate, aragonite, dan gypsum.
E. Salamah (2006)dalam bukunya Ransum untuk ayam Kampung menyebutkan Bahan pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan yang suka dimakan oleh ayam buras.Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mem punyai kandungan protein tinggi seperti seperti bungkil kelapa.bungkil kedele dan bahan pakan asal kacang-kacangan. Dan tentu saja kaya akan energi seperti jagung. Berikut penjelasan skilas tentang bahan pakan tersebut.
Zardian utama,(2001) mengatakan Probiotik starbio adalah koloni bibit mikroba (berasal dari lambung sapi) yang dikemas dalam campuran tanah dan akar rumput serta daun-daun atau ranting-ranting yang dibusukkan, dalam koloni tersebut terdapat mikroba khusus yang memiliki fungsi yang berbeda, misalnya Cellumonas clostridium thermocellulosa (pencerna lemak), Agaricus dan Coprinus (pencerna lignin), serta Klebssiella dan Azozpirillum transiliensis (pencerna protein). Probiotik starbio merupakan probiotik anaerob penghasil enzim pemecah karbohidrat (selulosa, hemiselulosa, lignin) dan protein serta lemak. Manfaat starbio dalam ransum ternak adalah meningkatkan daya cerna, penyerapan zat nutrisi dan efisiensi penggunaan ransum. Starbio juga dapat menghilangkan bau kotoran ternak.
Keenan, C.W (1995), Leucaena leucocephala merupakan pohon kecil daun-daunnya hijau indah dan majemuk, biji-bijinya terdapat dalam polong.
Hanum, (2005) Kulit pisang mengandung kabohidrat cukup tinggi yaitu 18,50% sehingga dapat digunakan untuk pengganti sebagian jagung atau dedak dalam pakan. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90% dan karbohidrat sebesar 18,50%. padahal kulit pisang memiliki kandungan kabohidrat yang masih baik digunakan sebagai pengganti bahan pakan konvensional (jagung) untuk menekan biaya produksi. Kandungan zat makanan kulit pisang Ambon menurut Hanum(1989), kadar air 68,90%; pati 8,17%; serat kasar 12,66%. Kandungan protein kasar berkisar antara 6,52%.
Henni.J. k (2007) mengatakan Pelepah kelapa sawit telah lama kami manfaatkan menjadi pakan utama bagi sapi-sapi yang ada di peternakan kami,” ungkap pria yang akrab disapa Hen ini dengan lugas.Para peternak di Kelompok Ternak Maju Sejahtera yakin betul pelepah kelapa sawit memiliki dampak positif bagi pertumbuhan sapi-sapi mereka.Hen memiliki dua jenis sapi yang dipelihara saat ini, yaitu sapi Bali dan sapi Simmental.Sapi Bali merupakan sapi plasma nutfah Indonesia.  Sapi  ini merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos Banteng), jenis sapi yang unik, hingga saat ini masih hidup liar di Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Ujung Kulon. Sapi asli Indonesia ini sudah lama didomestikasi suku bangsa Bali di pulau Bali dan sekarang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Hermawati, (2003)mengatakan Pakan buatan yang mengandung tepung kulit pisang dengan kadar serat 30%, 50% dan 70% dapat diterima sebagai alternatif pakan ayam broiler untuk menghasilkan daging dengan kadar kolesterol rendah. Penggunaan tepung kulit pisang sebagai bahan pakan ayam broiler sebaiknya pada kadar 30% atau 50%. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, berat karkas, kolesterol daging menghasilkan nilai yang cukup baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa pemberian pakan buatan yang mengandung tepung kulit pisang dapat menghasilkan daging ayam broiler dengan kadar kolesterol rendah.
Henk W. Hoogenkamp (2003),menuturkan dalam ”Asia Pacific Food Industry”, perusahaan pengolahan makanan dan daging di berbagai negara termasuk di Asia kini mulai berlomba memprogramkan penggunaan dedak padi stabilisasi sebagai bahan/ramuan kunci bagi optimalisasi kualitas produk mereka. Hasil-hasil penelitian di lembaga-lembaga penelitian dan universitas di Amerika Serikat, Eropa dan Asia (Thailand dan Pilipina) telah mengkonfirmasi kemampuan dedak padi stabilisasi mengikat air dengan intensitas yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang dibanding isolat protein kedelai pada tingkat penggunaan 4%.Dedak padi yang telah dikenal sebagai bahan untuk makanan suplemen dan fungsional, dalam bentuk terstabilisasi memiliki potensi untuk meningkatkan sifat fungsional dan stabilisasi emulsi daging dan daging giling kasar.
Suprapto dan Rasyid(2002), dalam penelitiannya mengatakan Pemanfaatan limbah merupakan salah satu alternative untuk menaikkan nilai ekonmi limbah tersebut.Pemanfaatan limbah pertanian diantaranya adalah tongkol jagung, yang selama ini hanya dijadikan sebagai pakan ternak atau hasil industri minyak jagung yang tidak diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Untuk itulah dalam penelitian ini akan dimanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung sebagai penghasil glukosa, sehingga limbah ini dapat bermanfaat bagi penigkatan nilai tambah limbah pertanian. Seiring dengan kebutuhan jagung yang cukup tinggi, maka akan bertambah pula limbah yang dihasilkan dari industri pangan dan pakan berbahan baku jagung. Limbah yang dihasilkan diantaranya adalah tongkol jagung yang biasanya tidak dipergunakan lagi ataupun nilai ekonominya sangat rendah. Umumnya tongkol jagung dipergunakan sebagai pakan ternak sapi, ataupun di daerah pedesaan tongkol jagung ini dapat dimanfaatkan sebagai obat diare .
Garcia et al. (2004) mengamati bahwa kecernaan pakan yang mengandung sorghum dengan kandungan maupun tanpa kandungan tannin berbeda ketika dihadapkan dengan suhu lingkungan yang berbeda. koefisien kecernaannya lebih tinggi pada suhu lingkungan 32oC dibanding 25oC.
Suprapto dan rasyid,(2002)mengatakan bahwa Tanaman jagung termasuk jenis tanaman pangan yang diketahui banyak mengandung serat kasar dimana tersusun atas senyawa kompleks lignin, hemiselulose dan selulose (lignoselulose), dan masing-masing merupakan senyawa-senyawa yang potensial dapat dikonversi menjadi senyawa lain secara biologi. Tanaman jagung yang diambil khasiatnya adalah bagian buah ,tongkol, kulit dan menir jagun,semua itu berguna bagi pakan ternak. Selulose merupakan sumber karbon yang dapat digunakan mikroorganisme sebagai substrat  dalam proses fermentasi untuk mengahsilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Allen D. Tilman dkk (2003) menyatakan bahwa pemberian vitamin harus cukup tinggi untuk mencegah tanda-tanda defisiensi dan menghasilkan pertumbuhan maximum seperti pemberian vitamin A, B komplek yang dalam hal ini kebutuhan akan riboflavin akan dipengaruhi oleh takaran protein dalam makanan karena pemberian vitamin sangat penting untuk keperluan metabolisme KH tubuh.
Dwiyanto, dkk. (2001). Hasil ikutan tanaman tebu merupakan pakan sumber serat atau energi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia adalah pucuk tebu, daun tebu, ampas tebu (bagase), blotong dan tetes (molases). Pucuk tebu memiliki daya cerna dan nilai gizi yang relatif rendah, hal tersebut dapat dilihat dari kandungan serat kasarnya yang cukup tinggi (42,30%). Akan tetapi dengan tindakan pengolahan kimiawi, hayati dan fisik, secara signifikan mampu meningkatkan daya cerna, kandungan gizi dan konsumsi pakan.
III. MATERI DAN METODA
3.1    Waktu Dan Tempat
Adapun pratikum  Bahan Pakan Dan Formulasi Ransumdiadakan pada hari jum’at tanggal 27 April 2012 jam 02.00 bertempat di Laboratorium Nutrisi Dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
3.2    Materi
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan bahan pakan terdiri dari : 1) bahan pakan sumber energi, tepung ikan, tepung kerang, tepung darah, tepung tulang, tepung bekicot, tepung kedelei, ampas tahu, bungkil kedelei, pati, tepung jagung, 2) bahan pakan sumber energi, jagung, menir, tongkol jangung, bis, sekam, molasses, 3) bahan pakan sumber mineral, tepung cangkang keong, tepung kulit kerang, tepung tulang, tepung darah,  4) bahan pakan sumber limbah pertanian/agroindustri, ampas tahu, bungkil sawit, pelepah sawit, 5) hijauan tanaman pakan, rumput gajah, rumput meksiko, rumput gajah, rumput setaria, rumput benggala, rumput lapang, calopogonium, lamtoro, kaliandra, 6) bahan palsuan pakan, pasir, serbuk gergaji, sekam, serbuk batu bata, tepung kapur,7) adiktif pakan dan obat-obatan lainnya. 
3.3    Metoda
Pada praktikum pengenalan bahan pakan adapun metodanya yaitu praktikan diminta untuk mengelompokan bahan pakan sumber protein hewani dan nabati, sumber energi, hijauan makanan ternak, vitamin, aditif, mineral, obat-obatan dan bahan pemalsuan pakan.Praktikan juga mendengarkan dan memperhatikan asdos menjelaskan pengelompokan bahan pakan yang ada, kemudian di catat dibuku diktat dan disalin kembali di laporan sementara praktikum.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    Pengenalan Bahan Pakan
Pada praktikum pengenalan bahan pakan ini kita membahas beberapa macam jenis pakan.Adapun bahan pakanan dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu bahan pakanan yang berasal dari hewan, bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan palsuan bahan pakan serta suplemen.

1.      Bahan Pakan Sumber Protein
a.      Protein Hewani
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan jenis protein hewani pada tabel dibawah ini.
No
Bahan pakan
Bentuk fisik
Tekstur
Warna
Bau
1
Tepung ikan
Tepung
Halus
Cokelat
Amis
2
Tepung darah
Tepung
Halus
Coklat tua
Amis
3
Tepung bekicot
Tepung
Halus
Abu-abu
Amis
4
Tepung Jeroan ikan
Gumpal
Lembut
Hitam
Amis

Pakan sumber energi adalah bahan pakan yang memiliki kandungan protein kasar > 20% dan serat kasar < 18%.Ini dapat berupa asal hewani atau nabati.Menurut Antan (2002) Pakan sumber protein yang baik adalah yang berasal dari tumbuhan seperti bungkil dan bakatul, juga yang berasal dari hewani seperti tepung ikan.Sunarso et al. (2009), Zat pakan (zat makanan) adalah bagian dari bahan pakan yang dapat dicerna, dapat diserap dan bermanfaat bagi tubuh (ada 6 macam zat pakan: air, mineral, karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin
Tepung ikan merupakan sumber protein utama bagi unggas, karena bahan makanan tersebut mengandung semua asam-asam amino yang dibutuhkan ayam dalam jumlah cukup dan teristemewa merupakan sumber lisin dan methionin yang baik.Penggunaan tepung ikan dalam ransum unggas seringkali harus dibatasi untuk mencegah bau ikan yang meresap ke dalam daging atau telur.Tepung ikan merupakan bahan pakan sumber protein hewani yang mudah didapat tetapi merupakan bahan pakan yang penting karena mempunyai kandungan protein yang lebih baik daripada sumber protein yang berasal dari nabati.Hal ini sesuai dengan teori Nurhayati (2008) yang menyatakan tepung ikan merupakan bahan pakan sumber protein yang paling baik dibandingkan dengan bahan yang lainnya.
b.      Protein Nabati
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan jenis protein nabati pada tabel dibawah ini.
No
Bahan pakan
Bentuk fisik
Tekstur
Warna
Bau
1
Tepung kedele
Tepung
Halus
Kuning
kedele
2
Ampas tahu
Gumpalan lembab
Halus
Putih
Asam
3
Bungkil kedele
Kasar
Halus
Coklat
Asam
4
Tepung jagung
Tepung
Kasar
Putih kekuning-kuningan
Tidak bau
5
Pati
Tepung
Kasar
Putih
Tidak bau
6
BIS
Serbuk
Kasar
Coklat
Bau sawit

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa ampas tahu merupakan sumber protein nabatai yang sering digunakan dalam ransum ternbak terutama ruminansia.Hal ini seuaia dengan teori Parrakkasi.A.(1995) yang menyatakan bahwa bungkil kedele, ampas tahu merupakan bahan pakan sumber protein nabati yang lazim digunakan sebagai pakan ternak.
Tepung Kedele Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling essensial dan aroma makanan lebih sedap, penggunaannya ± 10%. Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, dapat dikendalikan dengan cara memasak. Kandungan gizi: Protein: 39,6%, Lemak=14,3%, Karbohidrat=29,5%, Abu=5,4%, Serat=2,8%, Air=8,4%, Nilai ubah=3-5.
Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa.Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%. Kandungan gizi   Protein=17,09%, Lemak=9,44%, Karbohidrat=23,77%, Abu=5,92%, Serat kasar=30,4%, Air=13,35%.
Bungkil kedelei merupakan limbah dari industri minyak biji kedele. Bungkil ini sangat disukai ternak namun, penggunaannya harus diperhatikan karena zat penghambat tripsin mungkin masih tersisa pada bungkil kedele yang diproduksi dengan pemakaian suhu yang rendah Hal ini dipertegas oleh pendapat Suhendra (2004)Setelah dilakukan pengujian secara kuantitatif bahwa di dalam bungkil kedele masih terdapat suatu senywa penghambat, sehingga penggunaan harus diperhatikan.
2.      Bahan Pakan Sumber Energi
Dikatakan sumber energi karena memiliki kadar Serat kasar <18%, Protein kasar <20%, dan dinding sel <35%.
a.    Bentuk Biji-bijian atau Butiran – butiran
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan jenis Biji-bijian atau Butiran – butiran pada tabel dibawah ini
No
Bahan pakan
Bentuk fisik
Berat (g)
Ukuran (mm)
Warna
Bau
Panjang
Lebar
1
Jagung
Butiran
0,1343
7mm
8mm
Kuning
Tidak bau
2
Menir
Butiran
0,36
2mm
2mm
Putih
Bau beras

Petter (2002), menyatakan bahwa dedak mempunyai produk yang beraneka, karena dapat berbentuk bekatul, dedak halus, kurang halus, sedang, kasar dan kasar sekali. Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap dedak halus yang berasal dari bahan kering udara diketahui bahwa komposisinya11,7 % air, 8,9 % protein, 13,1 % abu mineral, 5,6 % lemak, 16,1 % serat kasar dan 44,6 % bahan tepung.
Dari tabel dapat dijelaskan bahwa pati, Menir, sekam padi, dan jagung merupakan bahan-bahan pakan sumber energi selain tongkol jagung atau sorghum dan padi, Padi bahan pakan sumber energi yang cukup mahal disamping itu padi merupaan bahan pakan pokok manusia sehingga jarang atau tidak pernah digunakan sebagai bahan pakan ternak kecuali yang berkualiyas yaitu pecahan-pecahan besar dari penggilingan.
Pati, Menir, sekam padi dan jagung merupakan sumber energi yang utama karena kandungan karbohidratnya. Hal ini sesuai dengan teori Sembiring (2001) yang menyatakan bahwa bahan pakan sumber energi yang utama adalah bahan pakan yang kandungan utamanya berupa karbohidrat yang mana lebih mudah ditebolisme daripada energi yang berasal dari lemak.
Untuk dedak padi/ sekam padi walaupun hasil ikutan dari penggilingan beras akan tetapi masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber berenergi. Hal ini sesuai dengan teori Trobos (2007) yang menyatakan dedak padi atau sekam padi merupakan hasil ikutan dari penggilingan beras yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan sumber energi, yang berbentuk bubuk/ serbuk.
b.   Bentuk Cairan
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan jenis sumber energy yang berbentuk cair pada tabel dibawah ini
No
Bahan pakan
Bentuk fisik
Warna
Bau
Rasa
1
Molases
Kental
Hitam pekat
Madu
Manis
Molases adalah sebuah produk dari Limbah industry pembuatan kecap. Molases memiliki warna hitam pekat, tekstur kental, rasanya manis dan baunya seperti madu.
3.      Bahan Pakan Sumber Mineral
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan sumber energy pada tabel dibawah ini
No
Bahan pakan
Bentuk fisik
Warna
Bau
1
Tepung kulit kerang
Tepung
Abu-abu
Amis
2
Tepung tulang
Tepung
coklat
Amis

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kandungan dari tulang, kerabang telur, kulit karang adalah cadanp sehingga jika dibuat tepung dan dicampukan kedalam ransum akan berperan sebagai sumber mineral.
Tepung tulang, tepung kerabang telur, tepung kulit kerang merupakan bahan pakan sumber mineral yang sering digunakan dalam ransum ternak. Hal ini sesuai dengan teori Handaka (2008) yaitu bahan-bahan pakan sumber mineral antara lain tepung tulang, tepung kulit kerang, mineral supplement.
Warna dari 3 macam bahan pakan sumber mineral hampir sama yaitu abu-abu karena mineral merupakan bahan anorganik yang merupakan abu, setelah melalui proses pembakaran dalam tanur.
4.      Bahan Pakan Asal Limbah Pertanian / Agroindustry
Adapun pengelompokan bahan pakan yang merupakan bahan pakan asal limbah pertanian / agroindustry pada tabel dibawah ini
No.
Nama Limbah
Asal Limbah
Bentuk
Warna
Bau
1
Tongkol jagung

Jagung
Tongkol
Kuning
Menyerupai jagung
2
Klobot
Jagung
Kelopak
Kuning
Apek
3
Bagase
Tebu
Serat
Kuning kehijauan
Menyerupai tebu
4
Pelepah sawit
Sawit
Batang
Cream
Menyerupai tebu
5
Ampas Tahu
Tahu/Kedele
Lembek
Putih
Menyerupai tahu

Bahan pakan asal limbah pertanian adalah dimana hasil dari pengolahan pertanian / agroindustri yang masih memiliki arti atau kandungan zat makanan yang dapat di manfaatkan. Bahan baku limbah (By-Product Feedstuffs) adalah bahan-bahan yang diperoleh dari proses komersial dan proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan hasil utama dari bahan baku yang lain, satu dengan istilah lainnya bahan baku itu merupakan hasil sampingan dari suatu proses pengolahan bahan. Limbah sering memberikan sumbangan yang cukup besar dalam penyediaan bahan baku terrnak.
Hal diatas sesuai dengan pendapat Syafrial (2005) Nilai nutrisi limbah bervariasi dari bahan yang bergizi tinggi serta mengandung protein dan energi yang mudah dicerna sampai kepada produk yang sedikit nilai nutrisinya seperti sekam padi dan kerabang kacang tanah
Menurut Sukria 2001 dalam bukunya yang diterbitkan dari IPB-Press limbah dapat dikelompokkan kedalam beberapa kategori, yaitu:
a)         High Roughage By-Produck Feed. Kelas ini memiliki kandungan atau nilai nutrisi yang rendah, yang termasuk dalam kelas ini adalah sekam padi, sekam kedele, sekam kacang tanah, cottonseed hulls, janggel jagung, jerami, nutshells, dan lain-lain.
b)        Limbah sumber energi dan protein. Limbah ini biasanya berasal dari industri pengolahan makanan manusia, yaitumolase, limbah dari wet milling dan browing industries.
c)         Waste Product. Biasanya berasal dari pengolahan komersial seperti pabrik, sampah kota, dan lain-lain.
Beberapa kendala dalam pengembangan energi terbarukan adalah ketersediaan bahan, keamanan supply, harga, kemudahan penanganan dan penggunaannya.Faktor-faktor eksternal seperti pengembangan teknologi, subsidi, isu-isu lingkungan dan perundang-undangan memainkan peranan dalam pengembangan energi terbarukan Koopmans, 2008.Dengan mempertimbangkan potensi limbah pertanian dan penggunaannya di pedesaan, penelitian-penelitianenergi terbarukan dalam hal pengelolaan konservasi energi dan penggunaan secaraefisien adalah penting untuk dilakukan untuk mendukung pembangunan pertanianberkelanjutan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah jagung, produkturunannya sebagai sumber bio energi dan potensi lain limbah jagung sebagai bahan baku industri.diantaranya adalah untuk pakan ternak, dalam hal ini pemerintah telah mencanangkan program pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/ CLS). Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Untuk memperkirakan potensi riil energy limbah jagung, penggunaan tongkol jagung untuk keperluan bahan bakar sekitar 90% sedangkan limbah batang dan daun sekitar 30% dari potensi yang ada. Sumber energi terbarukan yang berasal dari komoditas jagung di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal.Studi mengenai pengembangan potensi sumber energi terbarukan yang berasal dari komoditas jagung telah dilakukan di berbagai negara.Potensi pemanfaatan dan pengembangan sumber energi terbarukan tersebut sangat banyak bukan hanya untuk pakan ternak.sehingga jagung merupakan bahan komersil.
Jagung memiliki banyak kegunaan, diantaranya yaitu: daun sebagai hijauan pakan ruminansia, biji jagung sebagai sumber energi ternak unggas, sedangkan limbah jagung lainnya seperti kulit jagung, bonggol jagung dan dedak jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan tongkol jagung untuk pakan ternak melalui proses fermentasi dengan cara mencampur tongkol jagung dengan bakteri trikoderma dan gula pasir Prasetyo, 2002; Ditjen. Peternakan, 2003.Sebuah perusahaan di Iowa, AS berhasil memanfaatkan tongkol jagung sebagai berbagai produk yang ramah lingkungan. Tongkol memiliki sifat-sifat seperti salah satu bagiannya keras dan sebagian bersifat menyerap (absorbent), juga sifatsifat yang merupakan gabungan beberapa sifat, seperti: tidak terjadi reaksi kimia bila dicampur dengan zat kimia lain (inert), dapat terurai secara alami dan ringan sehingga tongkol jagung berupakan bahan ideal campuran pakan, bahan campuran insektisida dan pupuk. Serta dapat digunakan sebagai alas hewan peliharaan karena alami, bersih dan dapat mengurangi bau tidak sedap.Beberapa ragi seperti Candida polymorpha dan Pichia miso secara aerob dapat merubah D-xylose mejadi xylitol sebagai produk utamanya dengan efisiensi konversi mencapai 90%.Penemuan ini membanggakan karena xylitol adalah suatu gula alkohol yang merupakan pemanis alami yang terdapat dalam jumlah kecil pada berbagai varietas buah-buahan dan sayuran.Xylitol tidak membentuk asam dan digunakan sebagai gula substitusi bagi penderita diabetes.Xylitol sering dipakai sebagai bahan permen karet dan pasta gigi. Macam-macam gula dalam residu tongkoljagung (% berat kering) adalah xylose: 65, arabinose: 10 dan glukose: 25 Lachke,(2002).
5.      Hijauan Pakan Ternak
Hijauan pakan ternaksangat banyak ragamnya, antara lain rumput gajah, rumput meksiko,rumput raja, rumput setaria, rumput mutiara, rumput benggala, rumput lapang, rumput kumpai, rumput kaliandra, legume callopo  (callopogonium muconoides), lamtoro (Leucaena leuchepala), rumput teki.
1.      Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
Pennisetum purpureum disebut juga Rumput Gajah (Indonesia). Rumput ini berasal dari Afrika daerah tropik, perennial dan dapat tumbuh setinggi 3-4,5 m. Berkembang dengan rhizoma yang panjangnya dapat mencapai 1 m. Panjang daun 16–90 cm dan lebar daun 8–35 mm. Kultur teknis rumput ini adalah bahan tanam berupa pols dan stek, interval pemotongan 40-60 hari, responsif terhadap pupuk nitrogen, campuran dengan legum seperti Centro dan Kudzu, produksinya 100-200 ton/ha/th (segar), 15 ton/ha/th bahan kering (BK), renovasi 4-8 tahun (Reksohadiprojo, 1994).
Klasifikasi  Pennisetum purpureum
Phyllum                       : Spermatophyta
SubPhyllum     : Angiospermae
Classis             : Monocotyledoneae
Ordo                : Glumiflora
Familia                        : Gramineae
SubFamilia      : Panicurdeae
Genus              : Pennisetum
Species                  : Pennisetum purpureum
2.      Rumput Meksiko (Euchalena Mexicana)
Nama latin rumput meksiko ini adalah Euchalena Mexicana. Rumput meksiko ini berasal dari Amerika tengah dan meksiko. Rumput ini memiliki bentuk perennial, dengan tinggi 2,5 – 4 meter, mempunyai batang tegak, tahan terhadap naungan. Pada curah hujan yang cukup maka pertumbuhan rumput ini akan baik. Rumput meksiko ini dapat ditanam dengan cara stek ataupun sobekan rumput. Selain rumput potong juga dapat dibuat silase.Rumput meksiko ini mengandung HCN, sebelum diberikan ke ternak, haruslah di layukan terlebih dahulu.
Adapun Klasifikasi rumput meksiko ini adalah :
Kingdom                     : Plantae – Plants
Subkingdom    : Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision  : Spermatophyta – Seed plants
Division                       : Magnoliophyta – Flowering plants
Class                : Liliopsida – Monocotyledons
Subclass                      : Commelinidae
Order               : Cyperales
Family             : Poaceae – Grass family
Genus              : Zea L. – corn
Species                        : Zeamexicana (Schrad.) Kuntze – Mexican teosinte

3.      Rumput Raja (Pannisetum purpopoides)
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin.Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm.
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.
Klasifikasi  king grass
Divisi       : Angiospermae                                                                                       
Klass                             : Monocotyledoneae                                                                        
Ordo                             : Graminales                                                                                           
Family                           : Graminaceae                                                                             
Genus                            : Pannisetum
Spesies                          : Pannisetum purpopoides
4.      Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Setaria sphacelata atau setaria memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Dapat tumbuh didaerah dataran tinggi mulai dari 1000m diatas permukaan laut. Setaria dapat dikembangbiakan dengan cara merecah akarnya. Cirri khas dari rumput ini yaitu pada bawah batangnya berwarna merah, rumput ini juga dapat bersimbiosis dengan mikroba yang dapat memfiksasi nitrogen.
Adapun klasifikasi rumput setaria adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Superdivision : Spermatophyta
Division           : Magnoliophyta
Class                : Liliopsida
Subclass          : Commelinidae
Order               : Cyperales
Family             : Poaceae
Genus              : Setaria P. Beauv
Species            : Setaria sphacelata
Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

5.      Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)
Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 – 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan.Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 – 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah.Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga keluar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah.
Adapun klasifikasi Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah sebagai berikut :
Divisi               : Spermatophyta
Sub Divisi        : Angiospermae
Kelas                : Dicotyledoneae
Ordo                 : Rubiales
Famili               : Rubiaceae
Genus              : Hedyotis
Spesies                        : Hedyotis corymbosa L

6.      Rumput Benggala (Panicum maximum)
Panicum maximum disebut juga rumput benggala berasal dari Afrika tropik dan sub tropik. Ciri-cirinya bersifat perennial, batang tegak, kuat, dan membentuk rumpun. Akarnya membentuk serabut dalam, buku dan lidah daun berbulu. Warna bunga hijau atau keunguan (Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai pegunungan 0–1200 m di atas permukaan laut. Produksi Panicum maximum yang dihasilkan mencapai 100–150 ton/ha/th dalam bahan segar. Panen pertama dilakukan setelah 2–3 bulan setelah penanaman (Sutopo, 1985).
Klasifikasi Panicum maximum :
Divisi               : Angiospermae
Klass               : Monocotyledoneae                                                                                  
Ordo               : Graminales                                                                                
Family        : Graminaceae                                                                                          
Genus              : Panicum
Spesies            : Panicum maximum

7.      Rumput Kumpai (Hymenachne amplexicaulis)
Bahan baku lokal yang banyak terdapat di Sumatra Selatan yang dapat digunakan sebagaisalah satu bahan baku pakan adalah rumput kumpai ( H.amplexicaulis). Rumput kumpai(H.amplexicaulis) dapat dijadikan bahan baku pakan ikan nila karena kemampuan ikan nila untuk memanfaatkan tanaman air dan pakan hijauan cukup baik. Menurut Risanti (2008), rumput kumpaimengandung beberapa nutrisi penting seperti karbohidrat (44,19%), protein (14,06%) dan lemak (0,27%).Penelitian terhadap rumput kumpai telah banyak dilakukan namun menggunakan dosis yangsama. Menurut Tanbiyaskur (2008), rumput kumpai dapat meningkatkan pertumbuhan ikan niladengan dosis 15% /kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dilakukan penelitian lanjutanuntuk mengetahui pengaruh peningkatan proporsi rumput kumpai pada pakan ikan nila sampaidengan dosis 35% /kg pakan. Menurut Hertampf dan Pascual (2000), penambahan bahan rumput-rumputan memungkinkan sampai dengan 35% /kg pakan
Adapun klasifikasi Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah sebagai berikut :
Divisi               : Spermatophyta
Sub Divisi       : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Rubiales
Famili              : Rubiaceae
Genus              : Hedyotis
Spesies            : Hedyotis corymbosa L
8.      Rumput Kaliandra (Calliandra callothyrus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.
Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. Hal ini bertujuan agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi, sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang.
Kambing akan memilih daun yang dia paling sukai terlebih dahulu, setelah daunan yang disukainya habis, maka kambing baru akan menyantap rumputan jenis yang lain.
Adapun klasifikasi dari rumput kaliandra adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              :
Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus              :
Calliandra
Spesies                        : Calliandra callothyrus

9.      Legum Callopo (Callopogonium muconoides)
Tanaman ini tumbuh menjalar dan bisa memanjang sampai 30-50 cm. Tanaman ini beradaptasi pada tanah yang basah dan tidak tahan terhadap kekeringan.Batang dan daun yang muda berbulu, berwarna coklat keemasan.Bentuk daun bulat dan berkelompok 3 dalam satu tangkai.Bunganya kecil berwarna ungu.Jenis legum ini kurang disukai oleh ternak karena daun dan batangnya berbulu.Biasa ditanam dengan biji dengan kebutuhan 6-9 Kg/ha.Dapat ditanam dengan rumput Rhodes dan Brachiaria.
Klasifikasi  Callopogonium muconoides
Divisi                 : Spermatophyta                                    
Klass                              : Dicotyledoneae                                                                                                                             
Ordo                              : Leguminales                                                                                                                                      
Family                            : Leguminaceae                                                                                                                               
Genus                            : Callopogonium                                                                        
Spesies             : Callopogoniummuconoides

10.    Lamtoro (Leucaena leuchepala)
Tanaman legum berkayu yang berumur panjang ini tingginya bisa mencapai 10 m. Berasal dari Amerika tengah (Meksiko) dan Amerika Selatan. Berakar dalam, daun menyirip ganda, anak daun ellips agak oval dan kecil. Warna daun hijau tua agak kelabu. Tumbuh baik pada tanah sedang sampai berat dengan ketinggian tempat 700-1.200 m dpl dan curah hujan berkisar 700-1.650 mm/tahun. Jenis legum ini bisa dijadikan sebagai sumber protein bagi ternak.
            Adapun klasifikasi  Leucaena leucocephalaadalah sebagai berikut :
                        Divisi               : Spermatophyta                                    
                        Klass                : Dicotyledoneae                                                                                                                                
                        Ordo                            : Leguminales                                                                                                                                  
                        Family                         : Leguminaceae                                                                                                                   
                        Genus              : Leucaena                                                                                   
            Spesies             : Leucaena leucocephala
11.    Rumput teki (Cyperus rotundus)
Teki merupakan rumput semu menahun dengan tinggi 10-95 cm. Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam.Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang membentuk roset akar dengan pelepah daun tertutup tanah.Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar.Permukaan atas berwarna hijau mengkilas dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm.
Rumput teki tumbuh liar di tempat terbuka atau sfikit terlindung dari sinar matahari seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput, dipinggir jalan atau di lahan pertanian.Tumbuhan ini terdapat pada ketinggian 2-3000 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini secgai gulma yang susah diberantas. (http://wong168.wordpress.com).
Adapun klasifikasi rumput teki (Cyperus rotundus L.) sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Superdivisi      : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas   : Liliopsida
Ordo                : Cyperales
Famili              : Cyperaceae
Genus              : Cyperus
Spesies            : Cyperus rotundus L.

12.    Bahan palsuan pakan
Adapun bahan palsuan yang di temukan yaitu batu bata giling dan serbuk gergaji. Dimana kedua bahan ini memiliki tekstur yang hampir sama. Akan tetapi ada hal yang sulit untuk dipalsukan yaitu bau yang pasti berbeda, hal ini sesuai dengan teori Antonio. A. (2001) yang menyatakan bahwa bahan-bahan pemalsu pakan merupakan bahan-bahan yang bentuk, tekstur, hampir sama dengan bahan pakan yang dipalsukan akan tetapi satu hal yang sulit untuk dipalsukan yaitu bau.

No
Nama bahan
Warna
Bentuk
Digunakan palsuan pakan
1
Serbuk gergaji
Kuning
Kasar
Dedak padi
2
Pasir
Caklat
Butiran
Tepung kulit kerang
3
Serbuk batu bata
Merah
Halus
Tepung darah
4
Sekam
Coklat
Butiran
Dedak

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa batu bata geling dan serbuk gergaji kayu jika dilihat terkstur dan warnannya akan mirip dengan bahan pakn musalanya serbuk gergaji kayu mirip dengan dedak padi, kemiripan inilah bahan pakan tersebut dicampurkan kedalam ransum. Akan tetapi ada hal yang sulit untuk dipalsukan yaitu bau yang pasti berbeda, hal ini sesuai dengan teori Parrakkasi.A. (1999) yang menyatakan bahwa bahan-bahan pemalsu pakan merupakan bahan-bahan yang bentuk, tekstur, hampir sama dengan bahan pakan yang dipalsukan akan tetapi satu hal yang sulit untuk dipalsukan yaitu bau.
13.    Pengenalan Obat-obatan
Supaya sehat dan dapat tumbuh dengan baik maka ayam perlu diberi obat.Adapun macam-macam obat dan fungsinya di tumjukan pada tabel di bawah ini.
1
Nama Obat : Therapy

Kegunanan :
  1. Mengobati Kolera (barak Hijau)
  2. Synovitis (radang persendian)
  3. pullorum (berak kapur)
  4. CDR ( ngorok)
  5. Koksidiosis (berak darah, ngantuk)
  6. Korisal (pilek)

Bentuk dan Warna : Bubuk dan Kuning

Cara pemakaian :
  1. Stress : 5 sendok untuk 4 liter air selama 2-3 hari berturut-turut
  2. Pencegahan : 5 sendok untuk 4 liter air selama 5-7 hari berturut-turut

Kandungan bahan : Oxytetracycline Hcl (100 g)
                                 Vitamin A dan K
                                 Ampolium

Produsen : Medion – Bandung – Indonesia


2
Nama Obat = Vita Chicks

Kegunaan :
1.      Mempercepat pertumbuhan dan mengurangi angka kematian
2.      Mengatasi Stress
3.      Mencegah kekurangan vitamin

Bentuk = bubuk
Warna  = orange

Cara pemakaian :
Umur    0-2 minggu setiap hari takaran A
             3-4 minggu setiap hri takaran B
             5 – dewasa selama gangguan takaran A

Kandungan bahan :
            Bacitracin MD, Vit (A, D3, E, K3, B1, B2, B6, B12, C), nicotine acid, Ca-D-Pantotthenate

Produsen = Medion-Bandung


3
Nama Obat : Neo Bro

kegunaan :
1.      Mempercepat pertumbuhan broiler
2.      Mengurangi angka kematian
3.      Meningkatkan efisiensi penggunaan ransum

Bentuk = bubuk
Warna  = orange

Cara pemakaian :
Umur 0-6 minggu : 1 gram tiap 2 liter air minum atau 1 gram tiap kg ransum
                                   6-9 minggu : 1 gram tiap 3 liter air minum atau 1 gram tiap 1,5 kg ransum

Kandungan bahan :
          Methionin, sodium salycylate,  Vit (A, D3, E, K3, B1, B2, B6, B12, C), Ca-D-Pantotthenate, nicotinamide, zine, mangahere, magnesium, copper, cobait

Produsen = Medion – Bandung


4
Nama Obat : Trimezyn-S

Kegunaan :
1.      Untuk mengatasi korisa
2.      Coli bacilsosis
3.      CRD
4.      Kolera
5.      Pullorum

Bentuk = bubuk
Warna  = Kuning

Cara pemakaian :
          Tiap 1 gram untuk 1-2 liter air minum, diberikan selama 3-5 hari berturut-turut.

Kandungan bahan : sel faisazine, trime throprim

Produsen = Medion-Bandung




5       
Nama Obat : Dexynet

Kegunaan : Untuk mengurangi angka kematian

Bentuk = serbuk halus
Warna  = kuning

Rasa : bau seperti pur

Produsen = Medion - Indonesia


6
Nama Obat = Coxy

Kegunaan : Untuk mengobati Koksidiosis dan Kolera

Cara pemakaian :
-          Konsidiosis => 5 gram tiap 1 liter air minum, pemberian secara 3-2-3, 3 hari dengan obat, 2 hari tanpa obat dan 3 hari lagi dengan obat.
-          Koleras =. 3,75 gram tiap 1 liter air minum diberikan selama 6 hari berturut-turut.

Bentuk = bubuk
Warna  = merah

Kandungan bahan = sosium sulfa quino xaline, vit (A,K)

Produsen = Medion – Bandung



7Nama Obat : Multivit
Kegunaan :
  1. Mempercepat Pertumbuhan & mempertambahan berat badan ayam pedaging
  2. Membantu nafsu & meningkatkan efisiensi penggunaan ransum
  3. Mencegah Stress
Bentuk dan Warna : Bubuk dan Orange
Cara Pemakaian :
      Unggas : Segera larutkan ke dalam 10 ltr air minum selama 3-5 hari
      berturut-turut
Kandungan Bahan : Vitamin A, D3, B2, K3, C
Produsen : PT Pyridium – Bandung - Indonesia
















V. PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari hasil praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum yang berjudul pengenalan bahan pakan dan alat-alat laboraturium, analisis proksimat, formulasi ransum dan mencampur ransum dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu perlu praktikan pahami bahwa selama praktikan mengikuti praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum praktikan dapat memahami jenis-jenis bahan pakan  serta termasuk sumber apa bahan pakan tersebut.

5.2  Saran
Setelah terlaksanannya praktikum saya mengharapkan agar para praktikan dapat mengerjakannya atau mengembangkan ilmu ini dilingkungan sekitar tempat mereka tinggal sehingga ilmu ini dapat bermanfaat untuk masyarakat dan agar peternakan dapat dipandang lebih baik dimata masyarakat










DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi. R. 1997. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta.
Antonio. A. 2001.Bahan Pemalsuan Pakan.Erlangga.Yogjakarta
Hendalia, et.al. 2008. Biokimia Nutrisi. Fapet UNJA. Jambi.
Mozeys, 2003.Ilmu Makanan Ternak Dasar.Gajah Mada University.Yogyakarta.
Nurhayati, et.al. 2008. Nutrisi Ternak Unggas. Fapet UNJA. Jambi.
Parning, Mika, Marlan. 2000. Penuntun  Belajar  Bahan  Pakan  dan  Formulasi Ransum.  Yudistira. Jakarta.
Parrakkasi.a. 1995.Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
Tobing.L.R. 1991.  Kimia Organik Pangan. Depdikbud. Jakarta.
Trobos. 2007. Pasar Menganga Bibit Langka. PT. PWI. Jakarta.
Trobos. 2008. Tuna Budidaya Jepang Mengancam. PT. PWI. Jakarta.
16

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar